Pendahuluan
Perkembangan
dunia bisnis dalam sepuluh tahun terakhir mengalami kemajuan yang sangat pesat.
Orientasi dunia bisnis perlahan tapi pasti mulai bergeser, dari yang asalnya
menganut konsep industrial economy mulai
bertransformasi ke arah networked economy. Salah satu ciri dari networked economy ialah semakin berkembangnya peran informasi dalam
bisnis. Pihak yang mampu menguasai informasi sangat
berpeluang untuk mengembangkan organisasinya. Baik
untuk organisasi profit maupun non-profit.
Pemicu transformasi orientasi dunia
bisnis ialah karena perkembangan teknologi informasi. Perkembangan IT telah menciptakan persaingan yang sangat ketat
dalam dunia bisnis. Tetapi juga mampu mendorong perkembangan
bisnis di suatu wilayah menjadi cepat dan lebih produktif. Hal ini
disebabkan oleh perubahan paradigma dalam dunia bisnis, ketika masa kejayaan industrial economy yang disokong oleh ekonomi
kapitalis, menjadi kemampuan untuk mengumpulkan, mengolah dan memanfaatkan
informasi pada iklim networked economy.
Dalam perspektif industrial economy, tantangan yang sangat kritis adalah manajemen
kompetisi standar teknologi yang akan digunakan untuk
mendominasi teknologi, yang secara langsung akan mempengaruhi market share. Namun, hal tersebut masih
kurang, karena dalam networked economy
yang dimulai akibat adanya transparansi informasi, yang memiliki peranan
penting adalah yang memiliki informasi, bukan hanya penguasaan teknologi. Hal ini secara langsung telah mengubah dunia bisnis dari konsep brand menjadi menjual ide. Namun ide saja tidak cukup tanpa didukung oleh kemampuan untuk
menganalisis fenomena bisnis internal maupun eksternal dan menjadikan informasi
yang cepat dan akurat sebagai bahan dalam pertimbangan keputusan strategi
perusahaan kedepannya dalam menghadapi kompetisi.
Hal itulah yang menimbulkan
kesadaran untuk memanfaatkan data-data perusahaan yang awalnya hanya perlakukan
sebagai arsip, menjadi sebuah sumber informasi untuk menganalisis keadaan
perusahaan dan merumuskan kebijakan-kebijakan strategi berdasarkan informasi
tersebut. Sehingga
berkembanglah suatu bagian dari teknologi informasi yang disebut sebagai business intelligence.
- Studi perusahaan
pesaing produk sejenis dan strategi memenangkan persaingan.
- Mengelola informasi
mengenai data statistik pelanggan potensial, area potensial, kondisi ekonomi, sosial
budaya dan politik lingkungan dunia usaha.
- Pengamatan daerah
operasi bisnis untuk kepentingan strategis perusahaan untuk mengantisipasi
perubahan lingkungan eksternal perusahaan.
- Analisa Pasar
mengenai jumlah dan area peredaran produk yang diminati oleh pelanggan, ancaman
dan peluang yang ada, masa depan produk, tendensi pasar dll.
Permasalahan yang menjadi
kendala dalam penerapan business
intelligence adalah umumnya memerlukan biaya pemeliharaan yang tidak
sedikit dan infrastruktur yang kuat. Hal inilah yang membuat IT yang
mendukung business intelligence masuk dalam katagori high and expensive.
Untuk mengatasi kendala ini, seiring
dengan tumbuhnya IT yang mendukung cloud
service, maka diajukan sebuah solusi untuk mengimplementasikan business intelligence dengan menggunakan
cloud service. Dalam tulisan ini, dibahas layanan
Business Intelligence berbasis Cloud Computing yang mampu menghasilkan analisis
bisnis yang cerdas dengan sumber daya yang se-efisien mungkin.
Pembahasan
I.
Business Intelligence dan SaaS Cloud Computing
A. Business
Intelligence
Business
Intelligence (BI) didefinisikan sebagai alat, teknologi, dan proses yang
diperlukan mengubah data menjadi informasi dan informasi menjadi pengetahuan
dan rencana yang mengoptimalkan tindakan bisnis [5].
Umumnya teknik yang dipakai dalam BI
adalah teknik mengidentifikasi, mengekstrasi dan menganalisis data dari bisnis
tertentu berdasarkan katagero atau faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Secara luas dapat dilihat sebagai informasi bisnis dan proses menganalisis
dalam konteks proses bisnis utama mengarah pada pengambilan keputusan atau
tindakan untuk meningkatkan kinerja bisnis. BI menggabungkan
produk, teknologi dan metode yang membantu dalam meningkatkan kinerja bisnis
untuk mencapai keuntungan yang maksimal. Adapaun fungsionalitas [5] :
- Reporting - query, pelaporan dan searching tools
- Analysis - OLAP (On Line Analytical Processing), Visualization tools
- Monitoring – dashboard, scorecard
- Prediction – analisis prediktif
Dengan memanfatkan BI, perusahaan
dapat meningkatkan keuntungan yang diperoleh dari pelanggan dan menarik
pelanggan, dengan menciptakan program pemasaran yang mencerminkan keunikan dari
setiap pelanggan. BI juga
memungkinkan perusahaan untuk memantau perubahan perilaku pelanggan yang bisa
memicu tindakan spesifik, hal ini memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk
meningkatkan penjualan per pelanggan dengan memprediksi produk tertentu yang
paling mungkin untuk dijual. Hal ini dilakukan dengan
menyesuaikan strategi harga untuk melawan persaingan.
- Adanya keperluan mendesak perusahaan untuk mengurangi modal pengeluaran dan baya operasional.
- Adanya kekurangan keterampilan yang secara efektif menciptakan dan memelihara solusi analisis bisnis yang dapat memberikan nilai tambah untuk suatu bisnis.
- Bisnis yang ada saat ini menghasilkan volume data yang sangat besar yang berasal dari beberapa sumber termasuk ERP, solusi Customer Relationship Management (CRM), dan log Global Positioning System (GPS).
- Perputaran data yang dihasilkan sangat besar dan tiba setiap hari, jam dan real-time. Hal ini memerlukan mesin yang kuat untuk memproses data untuk mengidentifikasi tren dalam data dan kadang-kadang hanya dapat dieksekusi di malam hari agar tidak mempengaruhi bisnis selama jam kerja.
- Bisnis membutuhkan solusi on-demand untuk analisis penjualan, visibilitas supply chain, analisis pelanggan, merchandising dan analisis produk.
- Dalam hal pengendalian biaya infrastuktur menjadi tugas besar untuk memastikan infrastruktur yang tepat tersedia untuk peak times.
- Biaya untuk melaksanakan dan menjaga solusi analisis bisnis mahal.
BI menawarkan solusi bisnis
untuk menganalisis data memungkinkan suatu perusahaan untuk mengambil keputusan
untuk meningkatkan keuntungan dan kinerja bisnis. Namun, BI mahal untuk diimplementasikan, memerlukan biaya
pemeliharaan yang tidak sedikit dan infrastruktur yang kuat. Hal ini mendorong perusahaan mengurangi biaya tetapi masih memiliki
teknologi yang tepat untuk memungkinkan mereka untuk membuat keputusan yang
memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi peluang dan proaktif
mengidentifikasi risiko yang dapat mempengaruhi bisnis. Konsep cloud computing dapat menjawab tantangan
yang dihadapi BI.
B. Cloud
Computing
Kata cloud pada cloud computing mengacu pada “internet”. Computing adalah setiap operasi IT
dilakukan oleh organisasi. Oleh karena itu secara sederhana cloud computing dapat diartikan sebagai “komputasi berbasis
internet”, dimana berbagai layanan dalam bentuk server, penyimpanan, berbagi
sumber daya dan informasi yang diberikan kepada suatu computer organisasi dan
perangkat lain sesuai permintaan melalui internet
[6].
Cloud
computing menyediakan fasilitas untuk mengakses berbagai sumber
daya dan infrastruktur umum, menawarkan jasa dan permintaan melalui jaringan
untuk melakukan operasi yang memenuhi perubahan kebutuhan bisnis.
Lokasi sumber daya fisik dan perangkat yang sedang diakses biasanya tidak
diketahui oleh pengguna [3] :
- Infrastructure as a Service (laaS). Pengguna dapat menggunakan fundamental computing resources seperti processing power, storage, networking component. Pengguna diijinkan untuk menginstal system operasi, storage, membangun aplikasi sendiri, membuat firewall dan load balancer. Contoh laaS yaitu Amazon Elastic Compute Cloud.
- Platform as a Service (PaaS). Pengguna dapat mengembangkan aplikasi menggunakan application framework atau application engine yang disediakan oleh provider. Pengguna dapat leluasa mengontrol aplikasi, namun tidak dapat mengontrol system operasi, hardware, atau network. Contoh PaaS yaitu Force.com dan Microsoft Azure Investment.
- Software as a Service (SaaS). Pengguna dapat menggunakan aplikasi namun tidak dapat membuat aplikasi, tidak dapat mengontrol system operasi, hardware dan network. Aplikasi dapat diakses via web browser atau web based interface. Contoh SaaS adalah GoogleDoc dan SalesForce.
Cloud
dapat
dibangun sebagai private cloud, yang
dibuat hanya untuk lingkungan internal (organisasi tertentu).
Jika private cloud dibangun oleh
pihak lain (outsourcing/hosting provider)
dan server cloud berada diluar
organisasi yang akan menggunakannya, maka private cloud semacam ini disebut virtual private cloud [4].
Jika cloud dapat diakses oleh sembarang pengguna, melaui jaringan internet, maka cloud semacam ini disebut public
cloud. Public cloud yang dikelompokkan kedalam beberpa grup berdasarkan interest (missal :
profesi, hobi) yang sama, disebut community
cloud atau vertical cloud.
Sedangkan cloud yang melibatkan
gabungan private cloud dengan public cloud disebut hybrid cloud [4].
- Skalabilitas, yaitu dengan cloud computing kita bisa menambah kapasitas penyimpanan data kita tanpa harus membeli peralatan tambahan, misalnya hardisk dll. Kita cukup menambah kapasitas yang disediakan oleh penyedia layanan cloud computing.
- Aksebilitas, yaitu kita bisa mengakses data kapanpun dan dimanapun kita berada, asal kita terkoneksi dengan internet, sehingga memudahkan kita mengakses data disaaat yang penting.
- Keamanan, yaitu data kita bisa terjamin kemanannya oleh penyedia layanan cloud computing, sehingga bagi perusahaan yang berbasis IT, data bisa disimpan secara aman di penyedia cloud computing. Itu juga mengurangi biaya yang diperlukan untuk mengamankan data perusahaan.
- Kreasi, yaitu para user bisa melakukan/ mengembangkan kreasi atau project mereka tanpa harus mengirimkan project mereka secara langsung ke perusahaan, tapi user bisa mengirimkan nya lewat penyedia layanan cloud computing.
- Kecemasan, ketika terjadi bencana alam data milik kita tersimpan aman di cloud meskipun hardisk atau gadget kita rusak.
C. Software
as a Service (SaaS)
Saas
adalah model pengiriman perangkat lunak yang memungkinkan on demand lisensi perangkat lunak [2]. Vendor SaaS bertanggung jawab atas
pemeliharaan, operasional sehari-hari dan aplikasi data dari masing-masing
pelanggan. Pelanggan tidak perlu direpotkan dengan masalah perawatan dan update aplikasi yang digunakan.
Gambar 1.
Ilustrasi Service as a Service (SaaS)
SaaS memiliki beberapa aspek meliputi :
- Accessibility. Saas memungkinkan akses yang konsisten dan sesering mungkin bila diperlukan untuk penggunaan layanan perangkat lunak yang kritis yang mendukung operasi bisnis. Layanan perangkat lunak dapat diakses melalui web browser dan koneksi internet aktif.
- Reliability. Sebagai layanan perangkat lunak yang tersedia di provider, mereka bertanggung jawab atas security dan monitoring. Misalnya untuk mencegah kehilangan data, provider melakukan backup data pelanggan.
- Configurability. Pelanggan SaaS dapat menyesuaikan layanan perangkat lunak untuk memenuhi kebutuhan masing-masing. Ini adalah hasil dari fitur sewa multi SaaS yang memungkinkan beberapa konfigurasi pelanggan SaaS yang akan digunakan pada layanan perangkat lunak yang sama.
- Scalability. SaaS merupakan sumber daya komputasi untuk secara dinamis ditambahkan atau dihapus sesuai kebutuhan konsumen.
- Cost. SaaS adalah membayar per layanan penggunaan, tidak ada investasi di server dan biaya lisensi perangkat lunak, yang mengarah ke penghematan biaya IT.
- Standardized IT based capability. SaaS mampu memberikan kualitas layanan yang sama seperti yang ada pada vendor perangkat lunak yang on-site.
II.
Perancangan
Business Intelligence berbasis SaaS Cloud Computing
Teknologi
SaaS yang menyediakan layanan remote akses
ke perangkat lunak melalui internet, saat
ini mengalami perkembangan bahkan melibatkan produsen ERP/MRP system di dunia. Penggunaan konsep SaaS dalam strategi IT yang mendukung strategi
bisnis dalam perusahaan memberikan keuntungan karena adanya pengurangan biaya
dalam hal pembuatan hingga pemeliharaan perangkat lunak tidak lagi dilakukan
oleh perusahaan melainkan dilakukan oleh pihak ketiga. Ada beberapa
keuntungan penerapan model SaaS, diantaranya [11] :
- biaya untuk memulai rendah
- kecepatan untuk memulai tinggi
- biaya berlangganan rendah
- tidak perlunya instalasi perangkat lunak di workstation pengguna
- Akses online dari pengguna ke system melalui koneksi internet
- Penghapusan biaya lisensi dan upgrade
- Biaya TCO rendah (Total Cost of Ownership) karena kurangnya perlunya investasi besar dalam server, database dan pemeliharaan
- Akses berkelanjutan ke versi software terbaru yang kompatibel
- Akses ke teknologi bisnis terbaru
- Penerapan metode moder manajemen strategis
A. Business
Intelligence (BI)
on Demand
Dengan penerapan konsep cloud computing, suatu perusahaan dapat
menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dengan penerapan solusi BI on demand memungkinkan perusahaan
mengurangi biaya operasional dengan beralih ke biaya berlangganan. Solusi BI on demand mengarah pada solusi SaaS,
dimana layanan perangkat lunak disewakan oleh pihak ketiga dengan biaya
berlangganan bulanan atau tahunan. Hal ini dapat meningkatkan
operasional dan fleksibilitas keuangan dan mengurangi biaya pemeliharaan
perangkat lunak.
Gambar 2.
Business Inteligence on demand
Pada gambar 2, dapat dilihat
penerapan solusi BI dengan konsep SaaS. Data transaksi diambil dari lingkungan pengguna kemudian diolah dan
disimpan pada data warehouse. Data warehouse dan data mining tool pada lingkungan cloud digunakan untuk penyedia informasi yang berguna untuk
menentukan keputusan operasional maupun strategi bisnis.
Data warehouse memberikan
kemampuan untuk mempelajari perilaku atau tindakan bisnis pada masa lalu,
bagaimana keadaan saat ini hingga memberikan prediksi bisnis di masa depan. Perangkat lunak BI mempunyai kemampuan untuk melakukan penelusuran
yang memungkinkan pengguna untuk mengakses informasi dalam laporan untuk
menemukan rincian yang relevan dari data yang spesifik. Solusi BI SaaS
dapat memberikan laporan standar dengan segera begitu perusahaan menerapkan cloud computing dalam bisnisnya. Laporan bisnis biasanya diterbitkan terpusat dan dalam lingkungan
yang aman, yang dapat diakses di seluruh dunia.
Mesin OLAP yang diterapkan dalam
solusi BI SaaS mempercepat analisis data yang kompleks di semua aspek bisnis. Hal
ini memungkinkan perusahaan meningkatkan pelaporan untuk penjualan, pemasaran,
pelaporan manajemen, manajemen proses bisnis, anggaran dan peramalan, pelaporan
keuangan dan bidang lainnya.
Fitur penting dalam solusi BI SaaS adalah dashboard yang memberikan pandangan (view) terhadap informasi bisnis, yang dirancang agar mudah untuk dibaca. Dashboard menggabungkan semua informasi menjadi satu, interface yang mudah digunakan memungkinkan manager secara proaktif mengidentifikasi area permasalahan dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Dashboard menghemat waktu dengan menjalankan beberapa laporan dan memungkinkan manajer untuk mendapatkan jumlah visibilitas semua aspek dalam bisnis secara langsung [10].
Fitur penting dalam solusi BI SaaS adalah dashboard yang memberikan pandangan (view) terhadap informasi bisnis, yang dirancang agar mudah untuk dibaca. Dashboard menggabungkan semua informasi menjadi satu, interface yang mudah digunakan memungkinkan manager secara proaktif mengidentifikasi area permasalahan dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Dashboard menghemat waktu dengan menjalankan beberapa laporan dan memungkinkan manajer untuk mendapatkan jumlah visibilitas semua aspek dalam bisnis secara langsung [10].
B.
Indikator-indikator Evaluasi untuk
SaaS Provider
Dalam pemilihan model SaaS untuk untuk diterapkan dalam bisnis, perlu diketahui indicator-indikator yang harus dipertimbangkan selama proses memperkirakan kredibilitas perangkat lunak yang akan disewa dari penyedia layanan. Berikut tolok ukur yang perlu dipertimbangkan [11] :
Dalam pemilihan model SaaS untuk untuk diterapkan dalam bisnis, perlu diketahui indicator-indikator yang harus dipertimbangkan selama proses memperkirakan kredibilitas perangkat lunak yang akan disewa dari penyedia layanan. Berikut tolok ukur yang perlu dipertimbangkan [11] :
- Keamanan Data, transfer data menjadi hal yang sensitif bagi perusahaan. Timbul kecemasan bagi perusahaan bagaimana jika kehilangan data atau data tersebut diambil oleh pesaing bisnisnya. Dalam konteks ini sangat penting memeriksa prosedur keamanan yang dijamin oleh penyedia layanan.
- Garansi SLA (Service Level Agreements). Ini adalah kontrak dimana penyedia layanan menjamin tingkat layanan dengan ketentuan tertentu. Ini mencakup jaminan efisiensi tinggi, aksesbilitas dan keamanan. Penyedia layanan menjamin jika terjadi server breakdown, kekurangan pasokan listrik atau permasalahan dalam internet, pekerjaan akan langsung diambil alih oleh data center yang sepanjang waktu siap untuk secara otomatis mengambil alih seluruh beban yang dihasilkan oleh pengguna system SaaS.
- Kemungkinan ekspor data dan cara akses ke arsip data. Perusahaan mungkin ingin bermigrasi dari system SaaS. Dalam kasus seperti ini sangat penting untuk mengekspor data ke sistem baru. Hal ini penting untuk diperiksa apakah penyedia layanan mempertimbangkan situasi seperti ini dan apakah mempunyai prosedur migrasi.
- Kemungkinan impor data. Ini perlu diperiksa apakah data yang sudah dimiliki sebelumnya dapat diimpor ke model SaaS.
- Pelaporan indicator. Karena SaaS didasarkan pada remote akses ke data sendiri sangat penting untuk disebutkan dalam kontrak SLA untuk dimasukkan indicator yang dapat diakses untuk mempermudah melakukan control dan pelaporan yang jelas oleh penyedia layanan.
C.
Kelemahan Sistem Berbasis SaaS
Selain memiliki beberapa kelebihan yang telah dibahas
sebelumnya, sistem berbasis SaaS juga memiliki beberapa kekurangan diantaranya :
- Membutuhkan koneksi internet yang kuat. Meskipun koneksi online tersedia hamper di mana-mana, tingkat koneksi tidak pernah sama. Beberapa daerah tidak dapat menyediakan koneksi internet yang kuat dan SaaS (sebagai online aplikasi) harus memuat segala sesuatu di browser. Fungsi yang diharapkan tidak akan berjalan tanpa koneksi yang kuat.
- Isus keamanan data. Keamanan data menjadi hal penting, karena data dan resource berada disisi provider. Walau provider menjamin keamanan data yang tersimpan, tetapi segala kemungkinan kehilangan data dapat saja terjadi [1]. Untuk mengembangkan sistem keamanan cloud computing harus didasarkan beberpa prinsip keamanan yaitu [9] :
- Kerahasiaan : pencegahan pengungkapan informasi yang tidak sah yang mungkin sengaja atau tidak sengaja mengacu pada kerahasiaan.
- Integritas : konsep cloud integritas informasi didasarkan pada dua prinsip pencegahan modifikasi data dari pengguna yang tidak sah dari data dengan pengguna yang berwenang.
- Ketersediaan : prinsip ini menjamin ketersediaan data dan sumber daya cloud computing bila diperlukan.
- Ontentikasi : hal ini mengacu pada proses pengujian identitas pengguna dan memastikan bahwa pengguna tersebut adalah pengguna yang sah.
- Otorisasi : hal ini mengacu pada hak istimewa yang diberikan kepada individu atau proses untuk memungkinkan mereka untuk mengakses setiap data dan sumber daya komputasi.
- Akuntabilitas : hal ini terkait dengan konsep dimana orang tidak dapat menyangkal dari kinerja dari suatu tindakan. Ini menentukan tindakan dan perilaku individu dalam cloud system.
- Fitur yang terbatas. Karena system SaaS diakses secara web based, fitur yang dimiliki terbatas dibandingkan aplikasi berbasis desktop.
Penutup
Kesimpulan
- Business Intelligence (BI) menawarkan solusi bisnis untuk menganalisa data dan memungkinkan suatu perusahaan untuk mengambil keputusan untuk meningkatkan keuntungan dan kinerja bisnis.
- Untuk mengatasi kendala mahalnya penerapan BI, dapat menggunakan konsep SaaS cloud computing dimana layanan perangkat lunak disediakan oleh penyedia layanan melalui internet.
- Suatu perusahaan sebelum menerapkan BI berbasis SaaS, perlu mengetahui beberpa indikator evaluasi untuk penyedia layanan sebagai bahan pertimbangan. Selain itu juga perusahaan harus mengetahui kelebihan dan kekurangan sistem BI berbasi SaaS cloud computing.
Referensi
[7] Manfaat Komputasi Awan
(http://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi_awan) diakses pada tanggal 13 November 2014
[8] Pengantar
Bisnis Intelijen (http://www.etunas.com/web/pengantar-bisnis-intelejen.htm) diakses pada tanggal 13 November 2014








Terima kasih, bisa jadi tambahan wawasan untuk bisnis saya
BalasHapusThanks to the author for such a useful article about business intelligence. I recommend that all enterprises in today's conditions pay attention to cloud business intelligencecloud business intelligence, it saves time and money and facilitates the rapid exchange of information
BalasHapus